Selamat Datang My Friend..

Minggu, 10 Juni 2012

MENYEDIAKAN BANTUAN DENGAN PELANGGAN




A. Konsep – Konsep Pelayanan Prima

1. Hakikat dan Pengertian Pelayanan Prima
Pada hakikatnya, pelayanan prima bertitik tolak pada usaha – usaha yang dilakukan perusahaan untuk melayani pembeli (pelanggan) dengan sebaik-baiknya, sehingga dapat memberikan kepuasan kepada pelanggan dan memenuhi kebutuhan serta keinginan pelanggan, baik yang berupa produk barang atau jasa.
Pelayanan prima adalah pelayanan terbaik yang diberikan perusahaan untuk memenuhi harapan dan kebutuhan pelanggan, baik pelanggan didalam perusahaan maupun diluar perusahaan.



2. Tujuan Pelayanan Prima
Tujuan pelayanan prima antara lain sebagai berikut.
a. Untuk memberikan pelayanan yang bermutu tinggi kepada pelanggan.
b. Untuk menimbulkan keputusan dari pihak pelanggan agar segera membeli barang/jasa
yang ditawarkan pada saat itu juga.
c. Untuk menumbuhkan kepercayaan pelanggan terhadap pelanggan terhadap barang/jasa yang
ditawarkan.
d. Untuk menghindari terjadinya tuntutan-tuntutan yang tidak perlu dikemudian hari terhadap
produsen.
e. Untuk menciptakan kepercayaan dan kepuasan kepada pelanggan.
f. Untuk menjaga agar pelanggan merasa diperhatikan segala kebutuhannya.
g. Untuk mempertahankan pelanggan.

3. Fungsi Pelayanan Prima
Pelayanan prima berfungsi sebagai berikut.
a. Melayani pelanggan dengan ramah, tepat, dan cepat.
b. Menciptakan suasana agar pelanggan merasa dipentingkan.
c. Menempatkan pelanggan sebagai mitra usaha.
d. Menciptakan pangsa pasar yang baik terhadap produk/jasa.
e. Memenangkan persaingan pasar.
f. Memuaskan pelanggan, agar mau berbisnis lagi dengan perusahaan.
g. Memberikan keuntungan pada perusahaan.


4. Konsep Dasar Pelayanan Prima

A. Pelayanan prima berdasarkan konsep sikap (attitude)
Sikap yang perlu dimiliki oleh karyawan berdasarkan konsep pelayanan prima adalah sebagai berikut.
• Rasa memiliki terhadap perusahaan.
• Rasa kebanggaan terhadap pekerjaan.
• Loyalitas yang tinggi terhadap pekerjaan.
• Ingin menjaga martabat dan nama baik perusahaan.
Berdasarkan konsep sikap, untuk mewujudkan pelayanan prima kepada pelanggan perlu memperlihatkan kemampuan diri dan penampilan seseorang atau kelompok secara optimal.
• Kemampuan diri
Kemampuan diri adalah kemampuan optimal yang harus dimiliki seseorang atau para petugas pelayanan berkaitan dengan wawasan pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan bidang pekerjaannya.
• Penampilan
Penampilan adalah suatu bentuk citra diri yang terpancar pada diri seseorang dan akan menambah kepercayaan diri seseorang dalam bersikap.

1) Pelayanan pelanggan berdasarkan penampilan serasi.
Hal-hal yang harus diperhatikan, agar penampilan serasi adalah sebagai berikut.
a) Penampilan serasi dengan berhias diri
b) Penampilan serasi dengan busana dan aksesoris yang baik
c) Penampilan serasi dengan kepribadian dan ekspresi wajah yang baik dan menarik

2) Pelayanan pelanggan dengan berpikir positif
Untuk memelihara pola berpikir positif ada tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu
a) Melayani pelanggan dengan penuh rasa hormat
b) Menghindari sikap berprasangka buruk terhadap pelanggan
c) Tidak mencari atau memanfaatkan kelemahan pelanggan

3) Pelayanan pelanggan dengan sikap menghargai
Sikap menghargai pelanggan adalah sikap memanusiakan dan menempatkan diri pelanggan sebagai orang yang paling penting. Hal ini untuk menjaga dan memelihara kelangsungan hubungan antara perusahaan dengan pelanggan.
Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mewujudkan sikap menghargai pelanggan adalah sebagai berikut.
a) Jangan sekali-sekali membeda-bedakan pelanggan.
b) Bersikap hormat, ramah, dan gunakan tutur kata yang baik dan santun.
c) Setiap menghadapi pelanggan, pergunakanlah istilah 3S, yaitu senyum, sapa, dan salam.
d) Selalu menjaga perasaan pelanggan dan berbicara jujur.
e) Sigap, cekatan dalam membantu keinginan pelanggan.
f) Selalu tenang dan dan sabar dalam memberikan segala informasi kepada pelanggan.


B. Pelayanan prima berdasarkan konsep perhatian (attention)
Perhatian adalah sikap yang menunjukkan kepedulian atau minat seseorang terhadap sesuatu, biasanya muncul dari ketertarikan dan dorongan hati, karena pengaruh situasi yang dihadapinya.
Jadi konsep perhatian dalam pelayanan prima adalah semua aktuvitas karyawan yang berkaitan dengan upaya mendengarkan dan memahami kebutuhan pelanggan, mengamati perilaku pelanggan, serta mencurahkan perhatian sepenuhnya kepada pelanggan.
Ruang lingkup konsep perhatian mencakup 3 hal, yaitu:

1) Mendengarkan dan memahami kebutuhan pelanggan (listening)
Berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika mendengarkan dan memahami kebutuhan pelanggan.
• Bersikap baik dan ramah pada saat bertemu dengan pelanggan.
• Pada saat pelanggan berbicara, dengarkan dan simaklah baik-baik apa yang diutarakannya.
• Hindari perdebatan dengan pelanggan.
• Perhatikan baik-baik dan catat dengan cermat dan tepat apa saja yang dibutuhkan pelanggan.
• Berikan informasi yang jujur mengenai kondisi barang/produk yang ditawarkan/dijual, seperti harga, kualitas, dan masa kadaluarsa barang/produk.
• Dengarkan dengan sabar dan tampung semua keluhan pelanggan mengenai barang/produk yang dijual.

2) Mengamati perilaku pelanggan (observing)
Tujuannya adalah agar penjual memperoleh informasi yang sesuai mengenai keinginan dan kebutuhan pelanggan serta dapat mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin timbul dengan mengambil langkah strategis.
Berikut ini adalah beberapa perilaku pelanggan yang dipengaruhi oleh bentuk tubuh menurut Ernest Kretschmer (1925).
a) Pelanggan tipe piknis
Ciri-cirinya:
• Bentuk tubuh/badan bulat agak pendek.
• Muka/wajah bulat lebar.
• Bersifat tenang, ramah, suka berbicara, dan humoris.
Cara menghadapinya:
• Petugas penjualan harus memperhatikan suasana hatinya.
• Layani pelanggan dengan bercakap-cakap jika pelanggan menginginkannya.
• Hindari perbedaan atau bersikap konfrontasi.

b) Pelanggan tipe leptosom
Ciri-cirinya:
• Bentuk tubuh agak kecil dan lemah.
• Bahu tampak kecil dan anggota badan lainnya kurus panjang.
• Bersifat sombong, sok intelek, dan sok idealis.
Cara menghadapinya:
• Menghormati pelanggan layaknya seorang raja.
• Bersikap sabar, penuh perhatian, penuh hormat, dan bijaksana.
• Turuti saja kemauan dan perintahnya.

c) Pelanggan tipe atletis
Ciri-cirinya:
• Bentuk tubuh kokoh dan berotot.
• Pundak lebar, pinggul berisi, dan anggota badan lainnya panjang.
• Muka/wajah berbentuk bulat lonjong.
• Penampilan tenang, jarang humor, dan tidak cepat percaya pada orang lain.
Cara menghadapinya:
• Hindari perdebatan yang tidak bermanfaat.
• Berikan kesan seolah-olah pelanggan adalah orang yang baik dan cerdas.
• Tetap tenang dan hindari sikap terburu-buru.
• Tetap sabar dalam melayaninya.

3) Berpikir (thinking)
Berpikir merupakan kemampuan menghubungkan satu hal dengan hal lain untuk mengambil suatu kesimpulan dalam memutuskan suatu tindakan yang tepat. Setelah anda mempunyai informasi dari pelanggan yang diperoleh ketika mendengarkan kebutuhan dan mengamati perilakunya, anda harus segera memikirkan tindakan yang tepat terhadap pelanggan tersebut,sehingga pelanggan merasa terlayani dengan baik dan termotivasi untuk membeli.



4) Mencurahkan perhatian penuh kepada pelanggan
Ada beberapa cara untuk mencurahkan perhatian secara penuh kepada pelanggan, yaitu sebagai berikut:
• Melaksanakan komitmen untuk fokus melayani pelanggan.
• Mengenali apa yang menjadi kebutuhan pelanggan dan menghargai kepentingannya.
• Menampung keluhan pelanggan dengan memantau dan mencatat semua permasalahan pelanggan, kemudian menindak lanjuti keluhan tersebut.
• Selalu menempatkan pelanggan sebagai mitra yang sejajar dengan perusahaan.


C. Pelayanan prima berdasarkan konsep tindakan (action)
Untuk dapat melakukan tindakan nyata, beberapa konsep tindakan pelaynan bagi pelanggan yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut.

1) Mencatat pesanan pelanggan
Setiap pesanan dari pelanggan harus dicatat dengan lengkap meliputi jenis/model barang, harga, jumlah barang, dan kapan waktu pengiriman.
Berikut ini beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk mendapatkan pesanan barang dari pelanggan.

2) Mencatat kebutuhan pelanggan
Mencatat kebutuhan pelanggan mencakup objek si pelanggan, yaitu mengenai sifat dan tingkat konsumsi, kebiasaan, dan kapanpelanggan mengkonsumsi barang tersebut.

a) Sifat dan tingkat konsumsi
Sifat dan tingkat konsumsi pelanggan mencakup:
• Jenis pelayanan apa saja yang paling disukai pelanggan,
• Apakah pelanggan lebih menyukai barang tahan lama atau tidak tahan lama,
• Apakah barang yang dipesan pelanggan banyak atau sedikit.

b) Kebiasaan
Kebiasaan-kebiasaan pelanggan dalam mengkonsumsi barang mencakup:
• Barang-barang apa saja yang sering atau kadang-kadang dibeli pelanggan,
• Apakah jenis/merek, kualitas, atau harga barang yang sering diperhatikan pelanggan dalam membeli pelanggan,
• Ada atau tdakkah pelanggan yang hanya menginginkan varang bersifat khusus, biasanya dilihat dari kualitas, merek, atau ketersediaan.

c) Kapan pelanggan mengkonsumsi
Kapan pelanggan mengkonsumsi barangnya mencakup:
• Kapan pelanggan memperbaiki atau mengganti barangnya.
• Kapan pelanggan membeli/mengkonsumsi produk-produk tertentu.

3) Menegaskan kembali kebutuhan pelanggan
Penegasan kembali kebutuhan pelanggan biasanya menyangkut hal berikut ini:
a) Apakah merek dan jumlah barang yang dipesan sesuai dengan keinginan pelanggan.
b) Kapan waktu pengiriman barang dilakukan.
c) Bagaimana cara pembungkusan dan pengepakan barang.
d) Bagaimana cara pembayarannya: uang tunai, transfer, atau cek/giro.
e) Siapa yang menanggung ongkos angkut, apakah penjual atau pembeli.

4) Mewujudkan kebutuhan pelanggan
Kebutuhan pelanggan akan terwujud apabila anda telah mampu menyediakan dan mengirimkan pesanan kepada pelanggan.
Manfaat yang diperoleh jika berhasil mewujudkan kebutuhan pelanggan antara lain:
• Menambah pelanggan baru
• Menambah pelanggan tetap
• Menambah jumlah penjualan

Kebutuhan-kebutuhan lainnya yang sering diharapkan pelanggan adalah sbb:
• Kebutuhan terhadap potongan harga
• Kebutuhan terhadap penurunan harga
• Kebutuhan akan persediaan barang yang harus selalu ada
• Kebutuhan terhadap barang baru, bentuk dan ukuran baru.

5) Memberikan layanan purna jual
Layanan purna jual yaitu pelayanan atau bonus service yang diberikan setelah terjadi transaksi jual beli barang. Tujuan memberikan layanan purna jual adalah sebagai rasa tanggung jawab penjual mengenai kualitas barang yang dijual.

6) Mengucapkan terima kasih dengan harapan pelanggan akan kembali
Pelayanan yang baik merupakan aset perusahaan. Petugas pelayanan harus senantiasa menunjukkan sikap santun, sabar, percaya diri dalam menghadapi sifat,tingkah laku, dan karakter pelanggan. Dalam setiap kegiatam jual beli yang sudah dilaksanakan, satu hal yang harus diperhatikan dan jangan sampai dilupakan,yaitu pernyataan terima kasih. Hal ini penting, karena sangat mempengaruhi persepsi pelanggan terhadap perusahaan dan petugas pelayanan.


Langkah awal menciptakan kepuasan pelanggan


 
Memperlakukan Pegawai sebagai Pelanggan
Pegawai yang senang akan membuat pelanggan senang. Di kebanyakan bisnis, terutama bisnis layanan, sikap dan tingkah laku pegawai menentukan kualitas layanan pelanggan. Bila kita memperlakukan pegawai dengan baik dan memuaskan mereka maka merekapun akan memperlakukan pelanggan dengan baik dan memuaskan pelanggan. Pemimpin harus membuat pekerjaan menyenangkan bagi para pegawai, dimana hasil kerjanya dihargai, sehingga mereka bersemangat dalam melakukan pekerjaannya. Bila pegawai di perlakukan seperti pelanggan, maka akan terjadi hubungan yang sangat sehat dimana semua diuntungkan: pegawai untung, pelanggan untung dan perusahaan pun untung.

Mempunyai Rencana Kerja Tertulis untuk Membangun Layanan Pelanggan dengan Prima
Suatu rencana yang tertulis akan sangat membantu dalam membangun budaya untuk memberikan layanan pelanggan dengan prima. Misi organisasi harus dengan jelas menempatkan pelanggan di pusatnya. Demikian pula visi organisasi, yang dibangun bersama-sama para pegawai, harus secara kuat menunjukkan arah organisasi dan penekanannya pada layanan pelanggan.
Mempunyai rencana yang tertulis dan secara teratur menjadikannya referensi adalah cara yang ampuh untuk memposisikan layanan pelanggan di garda depan rencana bisnis. 

Membuat Standar Layanan
Perusahaan yang memberikan layanan prima pada pelanggannya mendefinisikan standar layanan utama dengan jelas. Standar layanan punya dua tujuan. Pertama standar ini sangat ampuh dalam membangun kesan yang positif di mata pelanggan. Kedua, standar ini adalah alat yang bagus untuk mengukur seberapa baik masing-masing pegawai di perusahaan memenuhi tingkat layanan yang dibutuhkan untuk mendukung keberhasilan perusahaan.
Standar layanan harus bisa diukur agar bisa di kelola dengan baik. Banyak yang berpendapat bahwa sulit sekali mengukur kualitas layanan. Misalnya saja “keramahan” susah diukur. Keramahan memang susah diukur, tetapi senyum bisa diukur. Demikian juga ucapan salam pada pelanggan seperti: “Selamat pagi” atau “Selamat siang” bisa diukur. Lalu seberapa cepat masing-masing jenis layanan dijalankan dan berapa banyak kesalahan dan jumlah keluhan juga bisa diukur.

http://betti-alisjahbana.blogspot.com

Selasa, 29 Mei 2012

CERITA

Lika-Liku Anak Sekolahan

Dengan sekuat tenaga, aku Firnira Dewanta anak kelas 2 SMK "Padamu Negeri" Jakarta Pusat, berlari dari pintu gerbang sekolah sampai depan pintu kelasku. Tapi Ehh, ternyata aku kalah cepat dengan pak Yeri guru matematika di Sekolahku, umurnya sekitar 40 Tahunan lahh. Ia adalah salah satu guru terngeri, tergalak, terseram, pokoknya serba "ter" dehh. Tidak ada satu muridpun yang berani menentang perkataannya. Dan sialnya, aku harus telat dan berhadapan denganya esok ini, huhh.Dengan mngangkat tinggi kumisnya yang lebat, Ia bertanya dengan nada tinggi, "Kenapa kamu terlambat ? Kamu sudah terlambat 15 menit !". Keringay yang belum kering sebab aku berlari tadi menjadi lebih basah karena tatapan sadis Pak Yeri, aku pun mencoba mengankat bibirku dan menjawab, 'E...Emm.. Anu pak, emm sepeda saya rantainya putus". "Sekarang kamu lari keliling lapangan sebanyak 5 kali, setelah itu kamu berdiri di depan kelas selama 15 menit !". Sambar Pak Yeri, sambil menurunkan kumisnya yang lebat, Seketika aku menjawabnya dengan lesu, "Yaa, Pak". Sambil bergumam, aku jalani hukuman tersebut, "Sungguh sial aku hari ini, aku garus mendorong sepeda, mencari bengkel, lari ke Sekolah, bertemu guru paling killer, dan sekrang dihukum pula, sungguh nelangsa nasibku".

Tett...Tett...Tett... Bel istirahat pun berbunyi, Aku dan Clara, teman sekelaskusekaligus temandekatku segera menyerbu kantin yang dipenuhi manusia-manusia yang kelaparan. Aku yang sedari tadi sudah dehidrasi, segera memesan es jeruk dan mie instan, begitu pula dengan Clara.
"Ehh, gimana tuhh rasanya dilirik sama Pak Yeri ? Pasti menggoda iman yaa ? Hihihi". Sahut Clara sambil meringis.
"Wow, rasanya istimewa banget, nihh rasanya jari kakiku jadi jempol semua, huhh". Jawabku sambil memegang sepatuku".
"Hehehe, yaa udahh makan dulu sana". Kata Clara.
"wwookkeeyyy,, tencepp". Jawabku bersemangat.
Tak terasa aku sudah habis 3 gelas es jeruk, saking dehidrasinya tubuh mungilku ini.
"Yaa ampun, itu perut apa tangki sihh ? kok habis minum segitu banyaknya !". Kata Clara
"Hahaha, maklum bray, isi ulang tenaga nihh". 

Waktu yang di tunggu-tunggu anak-anak sekolah pun telah tiba, yappss betul, itu adalah jam pulang sekolah.
"Hayy tante, aku pulangnya ya, soalnya motor antikku kan lagi di infus di bengkel, lagian rumah kita kan satu arah". Rayuku kepada Clara
"Iyaa boleh sayang, sini-sini duduk sama tante !. Goda Clara
"Ihhhh, tante manis dehh". Kataku
 "Yyeee, genitnya ! Udah ayoo pulang !". Sewot Clara
"Ssiaapp ngegas tante, lanjutt !". Sahutku
Tiba-tiba di pertigaan dekat rumahku, si Clara ngerem mendadak. Otomatis aku yang dari tadi mbonceng sambil sms'an pun syok dengan kejadian tersebut.
"Astagfirullah, nyantae dikit napa tan ?". Kataku, manyun
Ehh, dengan tampang sok cool, seorang cowok turun dari motor Ninjanya dan langsung menyambar kami yang dari tadi hanya bisa mlongo.
"Mbak, kalau pakai motor tuhh liat kanan kiri dulu, jangan asal ngegas aja, inika pertigaan bukan jalan satu arah". Omel cowok tersebut tetap dengan ekspresi sok cool.
"E...Emm... Maaf mas, saya tadi kurang hati-hati, saya yang ceroboh, maaf yaa". Pinta Clara
"Ehh, mas jangan asal marah-marahin orang dong, emangnya mas tadi tuhh nggak ngebut apa ? Yang salah tuhh bukan cuma Clara, tapi kamu juha, huhh". Labrakku emosi
"Woyy, loe tuhh siapa sihh, kamu tuhh kan cuma mbonceng udah dehh diem aja, aku nggak ngomong sama kamu". Jawab cowok itu sambil menunjuk-nunjuk ke arahku
"Udah dehh, jangan berantem masalah beginian, kaya anak kecil aja, maaf mas aku yang salah kok, dan kamu Firnira nggak usah emosi lahh ?". Lerai Clara 
Tanpa banyak omong, si cowok tadi tiba-tiba pergi tanpa menjawab permintaan maaf Clara. Emang rese tuhh cowok.
"Kamu nggak papa Ra ?". Tanyaku
"Ganteng banget, wow". Kata Clara lirih
"Aappaaa ? di omelin habis-habisan kok malah jadi terpesona ama cowok nggak jelas and sok cool itu !". Sambarku sewot, sambil mencubit tangan Clara
"Aauuwww, sakit tau', emang dia ganteng kok, guhh". Jawab Clara sinis
"Apaan sihh, udah-udah anterin aku pulang !". Perintahku
"Iyaa dehh, ayoo". Jawab Clara


Keesokan harinya, Firnira berangkat sekolah masih nebeng si Clara, karena motornya masih di bengkel. Dan Ia tidak harus dihukum karena terlambat lagi. Setengah dilaksanakannya pembelajaran IPA oleh Bapak Surya, tiba-tiba Ibu Sarah (Guru BP di sekolahku) masuk dengan seorang cowok yang setelah ku perhatikan dengan seksama, ternyata dia adalah cowok sok cool yang mengomeli Clara kemarin.
Segera aku menyenggol Clara, "Ehhh, itu kan........".
"Cowok yang ganteng and keren itu, wow". Potong Clara
"Ihh, amit-amit dehh, kenapa coba dia kesini ? Ngrusak pemandangan aja, huhh". Sahutku
"Alhamdullilah, dapet vitamin tambahan dehh, pagi-pagi gini udah memandang malaikat". Kata Clara mencueki Firnira
"Yahhh, kumat nih anak". Sambarku sambil menempelkan telapak tanganku ke jidat Clara
"Anak-anak, minta perhatiannya sebentar, kita akan ketambahan satu keluarga baru. Ia adalah pindahan dari Yogyakarta, ayo perkenalkan diri !". Sambut Bu Sarah dengan berwibawa
"Perkenalkan, nama saya Reyza Pandu Wiryo, saya pindahan dari Yogyakarta, salam kenal". Kata cowok itu dengan ekspresi datar
'Reyza, sekarang kamu duduk dibangku yang kosong !". Perintah Pak Surya
"Oke, selamat belajar anak-anak. Terimakasih". Tutup Bu Sarah
"Reyza pun duduk di sebelah Laura, temen sekelasku. Dan Pak Surya pun segera melanjutkan materi tentang "limbah" yang diterangkannya sebelum Reyza datang.

bersambung............ hehehe



Selasa, 15 Mei 2012

PUISI

TEMAN

Teman...
Adalah untaian abjad yang sangat bermakna
Tak peduli orang lain memandangmu seperti apa
Tapi dirimu tetap menjadi bunga teratai di tanahku yang tandus
Berada di dekatmu dapat menjadi obat atas goresan luka dihatiku
Karena engkaulah sumber dari kehidupanku
Teman...
Kaulah yang memberikan warna di setiap langkahku
Tanpamu aku tak akan bisa berdiri sendiri
Semua yang kau berikan
Adalah butiran benih kebahagiaan dilahanku yang kosong
Dirimu akan selalu abadi
Dalam setiap denyutan nadi dan hembusan nafasku
Karena bersamamu adalah tetesan energi
Yang memberikan sinyal kehidupan untuk raga ini



#no one can replace you in my heart..

Selasa, 08 Mei 2012

Perlukah Siswa Membawa Handphone ke Sekolah?

 

Di zaman yang serba modern seperti sekarang ini, Handphone sudah bukan merupakan barang mewah lagi, hampir semua orang di berbagai belahan dunia memilikinya, baik itu yang kaya maupun yang miskin, dari penjual koran hingga pejabat pemerintahan, orang-orang di desa maupun di kota, petani maupun polisi, serta guru maupun siswa hampir semuanya memiliki barang ini. Keberadaan alat tersebut sangat dirasakan manfaatnya dan telah menyebabkan kemajuan yang sangat pesat dalam bidang komunikasi, melalui Handphone kita bisa dengan mudah berkomunikasi dengan teman-teman, keluarga, maupun guru dengan siswa ataupun sebaliknya. Di lingkungan masyarakat, benda tersebut bukan lagi merupakan barang yang eksklusif, melainkan sesuatu yang sudah sangat biasa.

Penggunaan Handphone dalam dunia pendidikan sampai sekarang masih terus mengundang pro dan kontra, baik itu dari kalangan pelajar, guru maupun pejabat pemerintahan. Sepertinya Handphone hanya berguna untuk menelepon, menyampaikan dan menerima SMS, mendengarkan musik, menonton tayangan audiovisual dan game, tak ada manfaat yang berarti dalam dunia pendidikan sehingga harus dilarang untuk dibawa dan dipergunakan siswa di lingkungan sekolah. Namun ketika ada larangan membawa Handphone ke sekolah, menjadi suatu hal yang ganjil, karena usia siswa SMA merupakan masa kritis yang mampu membawa anak pada sikap kritis terhadap dirinya dan lingkungannya (termasuk terhadap produk teknologi), dan masyarakat sudah bisa menerima kehadiran teknologi tersebut.

Lantas apakah sudah tepat kebijakan yang dibuat selama ini bahwa para siswa dilarang membawa HP sementara para guru bisa dengan bebas ber-HP ria bahkan di saat proses pembelajaran sedang berlangsung? Tidak adakah jalan lain untuk menjadikan produk teknologi HP sebagai sarana pembelajaran di sekolah kita? Bukankah sangat tidak wajar jika para guru melarang siswa-siswinya menggunakan Handphone di sekolah dengan alasan dapat mengganggu proses belajar-mengajar sementara dia sendiri terkadang tanpa rasa bersalah menerima telepon atau SMS ketika sedang menjelaskan pelajaran di kelas yang justru hal itulah yang akan sangat mengganggu proses pembelajaran karena aktifitas belajar-mengajar dalam satu kelas tersebut akan terhenti? Jika seperti ini, bagaimana kita bisa memperkenalkan kegunaan teknologi yang benar terhadap siswa, tanpa memberikan contoh yang baik.
Dunia pendidikan kita kian jauh dari realitas masyarakat, di satu sisi berambisi untuk menguasai kemajuan teknologi namun di sisi lain justru menghambat interaksi siswa dengan produk teknologi. Kehadiran Handphone merupakan bagian yang tak terelakkan dalam kehidupan siswa, sehingga perlu disikapi secara bijaksana, supaya tidak menimbulkan kesan bahwa sekolah anti dan tidak mampu mengadaptasi kemajuan teknologi. Pengenalan etika berkomunikasi dengan mempergunakan HP merupakan hal yang vital untuk dilakukan, kapan HP harus Off dan kapan harus On.

Sebagian besar sekolah juga melarang siswanya membawa HP dengan alasan untuk menghindari peredaran video-video porno apalagi pelakunya menyangkut siswa-siswi dari sekolah tersebut sehingga dapat merusak nama baik sekolah. Tapi apakah dengan melarang siswa membawa Handphone, dapat menjamin bahwa hal-hal seperti itu tidak akan terjadi? Bukankah para siswa juga bisa saja melakukannya di luar jam sekolah? Larangan ini patut dipertanyakan, karena pada hakikatnya HP diciptakan untuk membantu memperlancar komunikasi. Tujuan yang bisa menyusutkan jarak dan bahkan dengan teknologi visual, komunikan bisa saling bertatap muka meski berada di benua yang berbeda. Apakah kita akan selalu surut terhadap suatu produk hanya karena ada dampak negatif yang mengiringinya? Tentu tidak! Kita bisa menelusuri penyebab terjadinya dampak tersebut dan terus mengembangkan dampak positif dari produk teknologi komunikasi.

Sadarkah kita bahwa ketakutan kita selama ini terhadap dampak negatif dari Handphone telah mengubur jutaan ilmu pengetahuan yang bisa kita dapatkan dari Handphone tersebut? Kehadiran internet dalam Handphone telah menjadi hal yang sangat penting dalam dunia pendidikan. Dengan internet sekolah dapat membangun jaringan dengan sekolah-sekolah lain dan para siswa bisa mendapatkan beragam informasi yang dibutuhkan untuk menambah wawasan ilmu pengetahuan yang mungkin tidak bisa mereka dapatkan hanya dengan membaca buku-buku yang telah ada dan mengunjungi perpustakaan sekolah. Bahkan di sebuah sekolah di Surabaya, salah seorang siswanya berhasil menjadikan produk teknologi HP sebagai subyek penelitian, dimodifikasi menjadi remote untuk mematikan jaringan listrik di rumah. Kreativitas yang mampu memenangkan sebuah kompetisi ilmiah antar pelajar. Jika demikian, HP merupakan benda di sekitar kita yang bisa dimanipulasi untuk memenuhi berbagai kebutuhan dalam mensejahterakan manusia.

Di tengah gencarnya berbagai produk teknologi pada saat ini, dunia pendidikan harus menyadari untuk kian mengakrabinya dan menjadikannya sebagai sumber inspirasi pembelajaran di sekolah untuk meningkatkan motivasi belajar siswa, lahirnya produk teknologi baru, dapat menjadi sumber inspirasi baru bagi sekolah untuk mengenal dan mensosialisasikannya terhadap siswa di sekolah. Mengenalkan produk teknologi, etika penggunaan dan manfaatnya bagi manusia. Larangan, akan menumbuhkan perlawanan. Beberapa hal yang kurang atau bahkan tidak diperhatikan dalam etika penggunaan HP merupakan hal yang paling krusial untuk dijadikan titik fokus sekolah, sehingga mampu memberikan pembelajaran terhadap siswa mengenai kegunaan produk teknologi yang diciptakan untuk dapat menjadikannya bermanfaat dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan terakhir dari penulis, pihak sekolah sebaiknya meninjau lebih jauh mengenai dampak positif dan negatif dari penggunaan Handphone oleh para siswanya sehingga mampu menciptakan kebijakan yang tepat supaya kita terhindar dari dampak negatifnya namun tidak menghapus dampak positif dari penggunaan Handphone tersebut. Hal yang mungkin semestinya dilakukan oleh sekolah adalah tidak melarang siswa membawa Handphone namun juga tidak membebaskan siswanya menggunakan Handphone tersebut. Di sini maksudnya sekolah memperbolehkan siswanya membawa Handphone namun dengan batasan-batasan tertentu apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan, sekolah mensosialisasikan kepada para siswanya mengenai etika penggunaan Handphone supaya tidak mengganggu proses pembelajaran dan dapat menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Jangan takut dengan dampak negatif dari suatu hal, tapi jauhkanlah ketakutan itu dengan mengembangkan dampak positifnya. Karena sesungguhnya hal yang dinilai positif dapat menjadi sangat merugikan jika kita tidak dapat menyikapinya dengan baik, dan sebaliknya hal yang dinilai negatif dapat menjadi sangat bermanfaat jika kita bisa mengelola dan mengembangkan dampak positif dari hal tersebut serta meminimalisir dampak negatifnya sehingga dapat bermanfaat bagi kehidupan kita.

Sumber :http://valadorn.wordpress.com

Senin, 19 Maret 2012

Gombal Gambul,,


 Gombal Gambul


Cowok    :  Maaf ya yanx, aku tadi nggak bales sms kamu, cz HP'ku lowbat
Cewek    :  Iya nggak papa kok yanx
Cowok    :  Tapi tenang aja yanx, walaupu HP'ku lowbat, tapi baterai cinta aku yang ada dihatimu nggak akan pernah lowbat kok...

Cowok    :  Bapak kamu petugas PLN ya ??
Cewek    :  Kok tau ??
Cowok    :  Karena kamu selalu menyetrumkan listrik cinta kehatiku, yang selalu membuatku tetap semangat menjalani hari-hariku…

Cowok    :  Yanx, anak dari Ibu dan Bapak kamu berapa sihh ??
Cewek    :  Cuma 2 kok, aku sama adik’ku
Cowok    :  Wah, bentar lagi jadi 3 donx, sama aku, kan aku mau jadi suami kamu, walaupun dalam mimpi…

Cowok    :  Tau nggak yanx kenapa di cerita Romeo and Juliet, si Romeo milih Juliet ??
Cewek    :  Nggak tau, emang kenapa ??
Cowok    :  Karena dia tau kalau dia milih kamu, aku bisa mati bunuh diri…

Cowok    :  Kamu tasu nggak bedanya siang dan malam ??
Cewek    :  Kalau siang terang, tapi kalau malam gelap.
Cowok    :  Salah, yang benar tuh kalau siang aku bisa ngeliatin  kamu. Tapi kalau malam, aku Cuma bisa mimpi’in kamu…

Cowok    :  Kamu tau nggak bedanya bintang sama kamu ??
Cewek    :  Nggak tau, emang apa bedanya ??
Cowok    :  Kalau bintang tuh adanya Cuma di malam hari, tapi kalau kamu tuh selalu ada di hati dan fikiranku baik siang maupun malam…

Cowok    :  Kamu tau nggak persamaannya Ibu kamu sama Ibuku ??
Cewek    :  Nggak tau tuhh
Cowok    :  Persamaannya tuhh, mereka sama-sama jadi nenek buat anak-anak kita nanti…

Cowok    :  Ada 3 hal di dunia ini yang paling aku takut,, kamu tau nggak apa aja ??
Cewek    :  Nggak tau, emang apa’an ??
Cowok    :  Yang pertama tuhh Tuhan, yang kedua tuhh kehilangan kamu, and yang ketiga tuhh nggak dapat restu dari orangtua kamu…

Cowok    :  Ibu kamu tukang jamu ya ??
Cewek    :  Lhoh,, kok kamu tau ??
Cowok    :  Pantesan aja kamu pintar membuat ramuan cinta yang bikin semua cowok jadi klepek-klepek…

              

Selasa, 06 Desember 2011

PUISI

PUISI

Sinar tak selalu terang
Bulan tak selalu bundar
Samursai tak selalu tajam
Begitu pula hidupku
Tidak akan selalu berada di atas
          Terkadang kerlingan senyun bertengger di pipi
          Terkadang cucuran air mata bergelimpangan
          Yahh.. Semua itu pernah aku tapaki
          Fikirku terbang jauh melayang
          Tubuhku rapuh lemas tak berdaya       
          Semangatku di belenggu desedihab yang melingkari hatiku
Kawan...
Bukan rangkaian kata-kata manis yang aku harap
Bukan juga kiriman bunga yang aku ingin
Tapi do'a yang tulus dar hati 
Yang paling aku nanti
Agar aku bisa bertahaan dan bertempur
Dengan derai badai yang menerpaku
Dan berakhir dengan senyum lepas
Di puncak bukit kemenangan